BELAJAR FHOTOGRAFI
Teknik dalam dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar
dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya
berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang
dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus)
dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.
1. Eksposure(Pencahayaan)
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan
adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film
yang ada dikamera.Proses pencahayaan (exposure)
menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma,
kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan
keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal,
yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek,
tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under
exposed).
2. Pengaturan Iso atau bisa disebut dengan kepekaan film
Maksudnya dalam pengarturan ISO disini, bila cahaya dalam keadaan terang gunakanlah ISO yang serendahnya-rendahnya seperi ISO 100, disini dimaksudkan karena kepekaan DSLr dalam mendapatkan cahaya sangat sensitif sehingga kamera yang menggunkan ISO kecil dalam keadaan cahaya terang mendapatkan cahaya yang pas dalam pengambilan tidak over cahaya, kebalikannya bila dalam keadaan terang kita menggunakan ISO yang tinggi seperti 400 ke atas maka cahaya yang di dapatkan akan over/ kelebihan cahaya.... ini semua akan berkaitan dengan diaragma/Apperature, kecepatan rana(shutter speed)... yang akan dikupas satu persatu......
3. DIAFRAGMA/APPERATURE
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan
sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan
diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada
lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan
diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar
kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk
menentukan intensitas cahaya yang masuk.
contohnya disini yaitu .... jika bukaan diafragma/apperature besar, misalnya kita pilih dengan ukuran 16 atau 22, disini akan mendapatkan bukaan diafragma kecil sehingga mendapatkan intesitas cahaya sedikit,
Berbanding jika kita menggunakan diafragma/apperature kecil, maka bukaan diafragma besar sehingga mendapatkan intesitas cahaya banyak, contohnya penggunaan apperature 2,8 atau 5,6.
4. Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya dalam mendapatkan objeck. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan angka, yaitu: 30, 25, 20, 15, ----------------- /1 ; /2 ; //4 ; /8 ; /15 ; /30 ; /60 ; /125 ; /250 ; /500 ; /1000 ; /2000 ; dan B... Angka /1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka /2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan), disini dimaksudkan yaitu: jika kita menggunakan kecepatan rana dengan (/) satu per sekian detik (1/100) mendapatkan cahaya lebih kecil dari tanpa satu per sekian detik karena disini kamera akan mengambil intesitas cahaya dengan lama pengambilan.....bila kita menggunakan tanpa satu persekian detik maka pengambilan objeck terhitung lama seperti 25, memang benar cahaya dapat sangat banyak tetapi hasil yang didapat akan goyang, disini dalam pemakainnya dikhususkan menggunakan tripod... disnilah harus kita coba bermain-main dalam kecepatan pengambilan objeck agar mendapatkan cahaya yang sesui keinginan.... Dan yang terakhir yaitu FOKUS (ketajaman film) dalam mendapatkan objeck........
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya dalam mendapatkan objeck. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan angka, yaitu: 30, 25, 20, 15, ----------------- /1 ; /2 ; //4 ; /8 ; /15 ; /30 ; /60 ; /125 ; /250 ; /500 ; /1000 ; /2000 ; dan B... Angka /1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka /2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan), disini dimaksudkan yaitu: jika kita menggunakan kecepatan rana dengan (/) satu per sekian detik (1/100) mendapatkan cahaya lebih kecil dari tanpa satu per sekian detik karena disini kamera akan mengambil intesitas cahaya dengan lama pengambilan.....bila kita menggunakan tanpa satu persekian detik maka pengambilan objeck terhitung lama seperti 25, memang benar cahaya dapat sangat banyak tetapi hasil yang didapat akan goyang, disini dalam pemakainnya dikhususkan menggunakan tripod... disnilah harus kita coba bermain-main dalam kecepatan pengambilan objeck agar mendapatkan cahaya yang sesui keinginan.... Dan yang terakhir yaitu FOKUS (ketajaman film) dalam mendapatkan objeck........
5. Fokus
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan
dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela
bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto
dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis
yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang
menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa. disnilah kita bisa menggunakan berbagai macam efek, salah satunya seperti efek bokeh......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar